Sewing Room

Ruangan jahit saya awalnya adalah ruang tamu yang berukuran 4×3 meter. Karena pencahayaannya yang bagus, saya menggeser area tamu ke ruang tengah dan membuat ruang berkarya ini sebagai sambutan bagi siapapun yang datang ke rumah.

Sebagai seorang coffee enthusiast, saya sangat menyukai segala hal yang berhubungan dengan kopi. Untuk itulah, hal utama yang ada di pikiran saya ketika ingin mendesain ruang jahit adalah membuat kesan kafe yang nyaman dan santai. Warna gelap saya pilih untuk menutupi dinding. Konsekuensinya saya harus menambah beberapa lampu tambahan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya di dalam ruangan. Sebagai penghias, saya meletakkan lukisan, wall lettering berisikan quote dari Ayah, juga tanaman kecil yang saya buat dan tanam sendiri.

Sebagian besar benda lainnya di ruangan ini juga karya sendiri. Saya membuat rak kain, gantungan tas, pegboard, blackboard, juga tempat benang yang terbuat dari kayu talenan.

Untuk rak kain, saya membuatnya dari kayu papan/multiplek. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat penyimpanan aksesori/perlengkapan dalam membuat tas handmade saya. Selain rak tersebut, saya meletakkan lemari kaca untuk menyimpan koleksi linen. Saya mendapatkannya dari toko mebel di sekitar rumah. Yang istimewa dari dua tempat penyimpanan ini sekaligus menjadikannya sebagai benda favorit saya adalah konsep see through alias tembus pandang. Tipe penyimpanan seperti ini memudahkan mata mengakses seluruh koleksi kain, sehingga gampang untuk melakukan padu padan kain dalam membuat tas atau karya lain.

Jantung ruangan ini tentunya adalah si Mister Jaguar 596 yang saya pinang sejak awal tahun ini. Mesin ‘bandel’ ini belum banyak melahirkan karya. Selain karena kesibukan pekerjaan rutin sebagai akuntan, rupanya saya juga terkena virus crafter kw yang terlalu sibuk “menimbun” kain sampai lupa berkarya. 😀

*dimuat di Buletin Craftalova. HOREEEE….!!!
Alhamdulillaah… semoga menginspirasi… :*

Advertisements

Mister Jaguar

Pernah ada teman saya yang bilang saya ini seperti kutu loncat. Kesimpulan teman itu didasarkan pada track record saya yang sering pindah instansi/perusahaan tempat bekerja. Sekarang muncul lagi celetukan yang sama karena saya pindah hobi. Hahaha…

Well, sebenarnya hobi saya selalu sama dari dulu hingga sekarang. Menjahit bukan hal baru bagi saya. Meski saya bukan ahli sama sekali, tetapi jaman SMA dulu sudah pernah bikin tas selempang buat sekolah. Pernah juga jahit kemeja, tetapi dibantu Bapak untuk membuat pola dan memotongnya. Saya tinggal jahit saja.

Sewaktu di Tanjungpinang, Bintan, ketika saya ikut Bulik saya, saya juga cukup akrab dengan mesin jahit walau cuman menjahit untuk betulin celana sobek, memotong jins kepanjangan, atau membuat sprei untuk tetangga. Intinya kalau masih jahit yang lurus dan tidak banyak pola, saya bisa.

Lalu sekarang, setelah sebelumnya menumpuk alat-alat seduh kopi, saya nekat mengeluarkan uang untuk membeli mesin jahit. Tujuannya sih ingin membuat produk yang bisa saja jual. Karena peluang usaha kreatif-online cukup terbuka luas. jadi saya ingin membuka ember rejeki saya, mudah-mudahan Allah membantu. 🙂

Mesin jahit saya adalah Jaguar 596 yang saya pinang dari Toko Aneka Mesin Jahit. Saya tahu keberadaan toko ini setalah baca artikel dari mbak Rethia di blog post ini.

Continue reading