KOPISS : mencentang satu bucket list

Masih ingat di benak saya ketika saya dibawa menghadap seorang atasan di tempat saya bekerja. Saya diminta menjelaskan kenapa saya ingin resign dari sebuah instansi yang sangat prestisius, yang kalau kata Lauren Weisbergerpeople would kill for that job“. Saya dengan takut-takut mengatakan ingin mengejar “personal legend“, dan tentu saja atasan semakin bertanya-tanya. Dengan gaya ngemong-nya kemudian sang atasan yang juga kakak kelas satu kampus itu meminta saya untuk mempertimbangkan keputusan saya. Hingga akhirnya, saya yang ‘bandel’ ini tetap menginginkan untuk menantang diri sendiri, mengambil keputusan paling gokil, dengan mengkhiri tugas saya di instansi tersebut.

Lepas dari kemapanan dan bebas dari keterikatan, saya semakin menantang diri saya untuk berani menginginkan apapun, berani bermimpi apapun, dan berusaha keras untuk semua itu.

Tidak mudah. Sungguh sangat tidak mudah. Kendalanya bukan dari luar, tapi dari dalam. Ternyata, berusaha keras untuk meraih mimpi itu tidak segampang ketika memikirkannya. DISIPLIN, satu kata inilah yang menjadi kunci. Dan sayangnya saya sering kali lupa letak kunci itu… 😦

Tapi untunglah saya memiliki banyak teman dan saudara. Dengan bantuan mereka, saya masih bisa bertahan sampai sekarang. Bahkan saya berhasil melahirkan satu buah karya yang sejak dulu saya rajahkan dalam benak saya: sebuah novel tentang kopi. Maka dengan sangat gembira dan penuh syukur, saya mencentang satu dari sekian daftar panjang tentang hal-hal yang ingin saya lakukan sebelum mati. Alhamdulillaah… Alhamdulillaah… Alhamdulillaah…

Buku ini adalah hasil dari pencarian ilmu tentang sesuatu yang sangat saya sukai, KOPI. Saya melakukan banyak riset tentang kopi mulai dari tulisan di blog, milis, juga buku-buku tentang kopi. Dan saya ingin mengucap pada semua yang telah menulis dan membagi ilmu itu bahwa kalian adalah guru, inspirator yang sangat berarti untuk saya. Ada banyak jumlahnya sehingga tidak bisa saya sebutkan satu-satu. 🙂

Saya tidak mengatakan buku saya yang terbaik dalam menuliskan tema KOPI ini, tapi saya sangat percaya diri bahwa detail kopi yang saya bawakan cukup unik dan lain dari pada tulisan yang sudah ada. Pada keseluruhan cerita, saya juga menyampirkan tema lain tentang kewirausahaan dan sedikit tentang IT.

Buku ini sebenarnya lahir dari sebuah cerpen karya saya sendiri yang berjudul “Satu Sujud Seribu Mimpi”. Cerpen ini saya ikutkan dalam sebuah kompetisi menulis yang hadiahnya adalah berhak mengikuti sebuah workshop kepenulisan yang diadakan oleh DIVA Press. Sekitar bulan Juli 2012, saya berserta 30-an pemenang lainnya mengikuti pelatihan kepenulisan selama tiga hari di sebuah lokasi yang sangat menarik di sekitaran gunung merapi, Yogyakarta. Selepas pelatihan tersebut, saya dan peserta lain tidak hanya mendapatkan buku-buku menarik, tapi sebuah tawaran untuk menerbitkan buku melalui DIVA Press. Dan alhamdulillah, sekarang saya berhasil menjawab tawaran itu.

*Ohiya, jangan mudah percaya ya kalau novel ini sebagian besar adalah curahan hati si penulis, meski penulisnya berusaha menutupinya dengan menciptakan tokoh cewek2 di dalamnya. Jangan percaya ya… jangan lho…*

Hayuk atuh dibeli buku saya. Sudah ada di toko-toko buku terdekat.

REVIEW di Goodreads: https://www.goodreads.com/book/show/22702169-kopiss-cerita-perjalanan-dalam-sebuah-garis-bersimpul?from_search=true

ORDER online: http://www.divapress-online.com/
atau hubungi marketing DIVA PRESS
Kak Nita: 0818 0437 4879 (DISKON 25%)

Love,
Mikho

Advertisements

7 thoughts on “KOPISS : mencentang satu bucket list

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s