Kapan Kembali ke Jalan Allah?

Jalan Allah itu lurus sehingga siapa pun bisa segera melihatnya sebagai jalan lurus. Sesekali setan mungkin bisa menggelincirkan, dengan mendorong nafsu yang tabiatnya menggelora, sehingga jalan lurus itu tampak terjal, berbatu atau ditutup aral. Lalu kita memilih jalan lain yang tampak nyaman. Tetapi sebentar kemudian, bukankah kita segera mengenali bahwa jalan lain itu hanya fatamorgana? Dan fitrah kita segera memanggil, kembalilah… kembalilah….

Dan kita segera tersadar, bahwa jalan lurus itulah satu-satunya jalan keselamatan….
Wahai diri, cobalah bebaskan dirimu dari keinginan-keinginan sesaat yang selalu menyelubungi.

Bukankah kita lahir telanjang, dan akan kembali dibangkitkan tanpa pakaian apalagi bintang-bintang kebesaran?
Bukankah kita lahir menangis, dan akan kembali tercekam dalam kubur yang sempit?
Bukankah kita, betapa pun kaya dan polulernya, tidak membawa seorang pun teman ketika menghadap-Nya?
Bukankah kita harus bertanggung jawab atas segala perbuatan, meski kita melakukannya karena terpaksa atas desakan orang lain? Mungkin atasan, mungkin juga teman atau anak isteri…?

Kembalilah, wahai diri. Jangan teruskan melangkah di jalan sesat. Jangan tutupi panggilan fitrah yang selalu menyeru.
Kalau tidak sekarang, kapan lagi akan kembali?

*Original post from http://didisederhana.wordpress.com/

Advertisements

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s