Less Thinking – More Feeling

Itu salah satu line yang saya kutip dari sebuah blog yang berisi komtemplasi. Saya sangat suka dengan kalimat itu. Kalau di kaitkan dengan pola hidup yang saya jalani selama ini, bisa dibilang itu adalah sebuah revelation yang sangat menggugah saya.

Bisa sobat bayangkan ketika saya hendak makan malam, waktu yang diperlukan memilih tempat makan yang saya inginkan itu bisa lebih lama dari pada menghabiskan makanan itu sendiri. Bahkan dulu, seringnya saya malah terbengong di tempat sampai lewat jam makan dan masih bertanya-tanya, “enakan makan apa ya…?” Contoh sederhananya seperti itu.

Sekarang saya ingin mengubah kebiasaan buruk semacam itu. Less thinking, atau bisa saya terjemahkan ke istilah saya pribadi dengan berpikir sederhana saja.

Dua hari yang lalu, ada sebuah sms yang memberi tahukan bahwa posisi kepegawaian saya di sebuah instansi pemerintah telah final. Artinya SK sudah terbit yang berisi pernyataan pemberhentian saya. Leganya bukan main. Kini saya tidak perlu merasa dibayang-bayangi dengan ketidak jelasan yang sebenarnya saya bikin sendiri dengan tidak mau mengurus secara gentle. Bukan saya ingin ribet, tapi saya malu… It was it, and i cant help it. -____-”

Selama ini saya selalu berpikir macam-macam untuk mengesankan pada sahabat dan keluarga saya bahwa “i know what i’m doing” atau dengan kata lain bahwa saya bukan tidak berpikir atas keputusan yang saya ambil. Tapi itulah, pola pikir ribet saya malah menjerat kepala saya dalam usaha untuk memberi keyakinan pada mereka bahwa saya baik-baik saja. And you know what, i’m so tired…

Hidup dalam pikiran orang lain memang berat. Menyelaraskan segala hal untuk bisa sinkron dengan pandangan mereka terhadap kita adalah sebuah usaha bunuh diri. Padahal pada akhirnya kita sendiri yang merasakan, kita sendiri yang senang atau sedih. Simpati itu akan ada, tapi tidak akan mengubah keadaan secara signifikan. Dan kita tak perlu menggadaikan segala pola hidup kita untuk mendapatkan simpati itu.

Sahabat dan keluarga tidak perlu diyakinkan seperti itu. They love us and that’s all.

*Ngemeng epe sih guweehh… hehehe*

At last, here i am, at this very moment, pengen banget mengatakan I AM SO HAPPY. Saya pengen melepas segala kekhawatiran dan ketakutan yang sebenarnya tidak ada.

Less thinking, that’s what i needed the most.

Advertisements

One thought on “Less Thinking – More Feeling

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s