Bintan Travel – Mengintip Indahnya Kelenteng Senggarang

Pernah dengar tempat ini? Hah, belum??
Pulau Bintan…? Kota Tanjungpinang? Ibu kota Propinsi Kepri?

Well, tidak apa-apa lah… Kebanyakan orang sekarang lebih tahu daerah Belitong dari pada Bintan. Padahal mereka serumpun banget. Saya belum pernah ke Belitong, tapi sudah sering bertemu dengan warga asli sana yang banyak sekali bermukim di Bintan, tepatnya di Kota Tanjungpinang.

Saya tinggal di Kota Tanjungpinang sekitar dua tahun lebih. Satu tahun pertama ikut Bibi saya yang memang tinggal di sana, setahun berikutnya, berselang waktu kuliah, saya kembali tinggal di Bintan untuk bekerja di sebuah instansi vertikal pemerintah.

And you know what, living in this beautiful island was a wondrous experience. Tapi tentu saja kalau niatnya bukan untuk tinggal selamanya, because somehow i’m just too attached with a big city and modern civilization. Ahahaha…

Nah, kali ini saya mau cerita tentang salah satu spot wisata, PULAU SENGGARANG.

Sebenarnya bukan pulau yang misah dari Bintan. Ada jalan darat yang kalau berangkat dari pusat kota Tanjungpinang (TPI) harus muter dulu sehingga terkesan agak jauh. Tapi kalau mau nyebrang teluk kecil di belakang pasar TPI, naik perahu kecil known as pompong, perjalanan bisa singkat banget. Bayarnya juga ga mahal. Ini emang kendaraan umum bagi masyarakat yang hilir mudik antara TPI dan Senggarang.

Terus ada apa aja di sana?
Sudah sejak ratusan tahun yang lalu, wilayah kecil ini menjadi wilayah permukiman orang-orang cina. Makanya tidak heran kalau banyak vihara di sana. Salah satu yang terkenal adalah Kelenteng Tien Shang Miao. Nama keren lainnya adalah Banyan Tree Temple atau Kuil Beringin. Usianya sudah lebih dari 300 tahun. Nama ini benar-benar sesuai untuk vihara yang sebagian dindingnya dililit akar beringin besar. Tempat ini menjadi tempat keramat yang banyak dikunjungi wisatawan religius dari Singapura dan Malaysia.

Kelenteng Tien Shiang Miao ini dulunya adalah kediaman dari Kapiten Cina bernama CHIAO CH’EN pada tahun 1811. Setelah ditinggalkan, barulah fungsinya dialihkan oleh masyarakat sebagai tempat ibadah.

Vihara lainnya yang lebih besar lagi adalah komplek Vihara Yayasan Dharma Sasana. Di tempat yang luas ini banyak terdapat vihara-vihara yang lebih kecil juga patung dewa-dewa. Memang luasnya tidak sperti Vihara Avalokitesvara Graha yang katanya merupakan vihara terluas se-Asia. Dan lagi vihara ini sudah lebih lama di bentuk dari pada Vihara terbesar yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggalku dulu di perumahan batu tujuh. 🙂

Nah, berikut ini foto-fotonya… Enjoy. 🙂

*All photos by Miptah

Advertisements

One thought on “Bintan Travel – Mengintip Indahnya Kelenteng Senggarang

  1. Silviia'x Evangelion_c says:

    Woy woy ,,
    dstu kayac.a lo fotony pke pose perang pke pdang y??
    Gw kax tw y pdang dxtu qa bole diambl tw..,,!!;>

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s