Nasyid vs Musik Religi

Nasyid adalah salah satu seni Islam dalam bidang seni suara. Biasanya merupakan nyanyian yang bercorak Islam dan mengandungi kata-kata nasihat, kisah para nabi, memuji Allah, dan yang sejenisnya.” Begitulah kata mbah Wiki tentang Nasyid…

Lalu bagaiman dengan lagu religi? Lagu religi mah (menurut saya) ya sekedar lagu tentang agama atau Tuhan. Lebih tepatnya puji-pujian tentang Tuhan. Lalu apa bedanya antara nasyid dan lagu religi? Ini dia perbedaannya menurut saya dan hasil diskusi juga dengan Abi.

Kalau Nasyid itu penyanyinya (munsyid) dituntut untuk memiliki akhlak yang baik (islami) sedangkan untuk penyanyi religi, siapapun bisa menyanyikannya.

Kalau ada seorang munsyid yang ketahuan melanggar etika islam bahkan dalam kehidupan pribadinya, misal ketahuan berpelukan dengan lawan jenis yang bukan muhrim, maka serta merta para munsyid lain akan mengecam pelaku tersebut bahkan mungkin mengeluarkannya dari “barisan”. Barisan apaan? Apa para munsyid lagi latihan PBB? engga lah, berikutnya akan kita bahas ttg itu.

Nah, kalau misalnya ada artis yang nyanyi shalawatan di bulan ramadhan lalu kembali ndangdutan dengan goyang ngebor di bulan setelahnya, nah itu yang masuk kategori penyanyi lagu religi. Dan tidak ada yang protes dengan apapun tindakan sang penyanyi.

Nasyid mempunyai misi yang baik, lagu religi kebanyakan misinya komersial, ya jualan kaset atau ring back tone…

Beberapa nasyid bahkan ada yang sama sekali tidak berniat memperoleh imbalan materi apapun. Ada yang ingin memberi semangat melalui lagu-lagunya. Ada yang ingin menarik simpati massa yang ogah-ogahan kalau disuguhi berita atau bacaan teks tentang kejadian2 faktual tentang islam, nah beberapa nasyid ini melagukannya karena kebanyakan kuping orang lebih “nerimo” dengan untaian kata yang beralun manis.
See, emang kebanyakan nasyid tujuannya baik atau paling tidak memberi nasehat. Dalam kesamaan misi tersebut, mereka seolah-olah terikat dalam satu ‘barisan’ (seperti yang saya sebut tadi) yang… ya sebenarnya tidak ada bentuk formalnya, meskipun ada ikatan nasyid indonesia dan lembaga formal lainnya, namun di luar itu, para munsyid (saya yakin) memiliki sesuatu yang “you know what“. Dan si “you knwo what” itu yang membuat masing-masing munsyid tahu batasan-batasan mana seseorang itu masuk kategori penyanyi nasyid atau penyanyi lagu religi komersil…

***

Sebenarnya sebenarnya sebenarnya…
Hukum menyanyi itu sendiri begitu banyak melahirkan pendapat yang menghalalkan dan yang mengharamkan. Saya baca di sebuah buku yang menarik karya DR Yusuf Qardhawi, “Islam Bicara Seni“. Di bab tentang nyanyian, setidaknya saya bisa menyimpulkan beberapa hal berikut tentang bernyanyi menurut pandangan beliau:

1. Hukum menyanyi pada dasarnya mubah (boleh) karena itu isinya harus sesuai dengan etika islami dan ajaran-ajarannya.
  • Bagian ini jelas kan…
2. Penyanyi dan gaya bernyanyinya juga harus diperhatikan.
  • Ini dia yang saya bilang… Menyanyi yang baik atawa yang islami memang tidak hanya menuntut nyanyiannya saja yang berisi kebaikan. Tetapi juga harus kelakuan dari penyanyinya itu sendiri, terutama waktu manggung. Kalau nyanyi puji-pujian dengan jingkrak-jingkrak dan lonjak-lonjak gak jelas, menurut saya itu bukan ‘semangat’ atau ‘ekspresif’, tapi sarap…. lol.
  • Penyanyi nasyid pasti beda gaya panggungnya dengan penyanyi lagu religi. Kenapa? Ya karena memang mereka beda… >____<
3. Tidak disertakan dengan sesuatu yang haram, seperti minuman keras, menampakkan aurat, atau pergaulan bebas laki-laki dan perempuan tanpa batas.
  • Ini yang bikin saya keder untuk mengejar mimpi sebagai penyanyi. Sekarang coba pikir: ada nggak jenis pertunjukan musik yang bisa jauh dari berkumpulnya wanita dan pria bebas tanpa batas? hah, bisa dibilang gak mungkin. Konser mana yang lokasi penonton wanita dan prianya dipisah atau disekat? Konser mana yang penyanyi wanitanya nggak kelihatan seksi dan pake yukensi? Hufh…
  • Saya nggak mau jadi sumber bara api… T___T
4. Nyanyian -sebagaiman hukum awalnya yang mubah (boleh)- harus dibatasi dengan sikap ‘tidak berlebih-lebihan’.
  • Berlebih-lebihan itu yang kalau melakukannya kita bisa sampe-sampe lupa kewajiban ibadah. Misal lupa shalat, dll. Kalau ini mah, jangankan bernyanyi. Main dakon atau catur juga gak boleh kalo sampe bikin lupa shalat. Hal ini berlaku juga buat blogging, twitter, fb, dll… semua malah bisa jadi dosa kalau sampe lupa kewajiban.
  • Lebih lagi, berlebihan disini juga bisa diartikan menganggap bernyanyi nasyid atau lagu religi sebagi bentuk ibadah yang diada-adakan (bid’ah). Ini terjadi pada kaum sufi… kalau gini mah hukumnya bisa jadi haram.

***

Kembali ke hukum awalnya bahwa bernyanyi itu mubah, atau boleh sebagai hiburan.
Jadi ya… bernyanyi saja sebagai hiburan, kalau bisa, hiburan yang tidak sia-sia, yang tidak sia-sia itu yang bagaimana? Ya bisa memakai syair yang membuat kita selalu ingat Allah, atau syair yang saling menasehati… Dan tetap ingat, jangan menganggapnya berlebihan… 🙂

*note: Ini intisarinya saya tulis berdasarkan pemahaman saya setelah membaca buku itu. Lebih baik setelah membaca tulisan saya, kemudian di review lagi dengan referensi ilmu dari buku atau kitab lain. CMIIW 🙂

 ***

Tiap kali bulis, saya selalu takut kepanjangan dan malah isinya sampah…
Yang jelas, pengaruhnya ini semua bagi saya adalah: Saya mau ngerubah haluan. Ngubah aliran musik…

Saya gak bakal bisa berhenti bernyanyi, karena itu hobi saya. Nah, dari pada saya terlalu jauh keenakan dengan lagu gospel (sebagai penggemar seriosa, saya terlanjur suka sama lagu2 klasik yang kebanyakan gospel… T___T).

Nah sekarang saya pengen yang islami tapi bukan sekedar lagu religi… saya gak mau jadi kayu bakar neraka. Tapi malangnya, saya belum nemu-nemu grup nasyid yang mau ngerekrut saya… huwaaaaaaa…..

***

Ini nih cover yang udah saya buat. Ahahahahahay…

Jelek?? Bodo! yang penting hepi… 😀

1. Neo Shalawat – cover Miftah
2. Sang Murabbi – cover Miftah

Advertisements

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s