Pelatihan Menulis Tingkat Nasional – Just Write

Aku lupa hari apa ketika mencoba mengirim email aplikasi untuk mengikuti kegiatan luar biasa itu. Kesempatan itupun sebenarnya muncul begitu saja, dari sekedar browsing internet. Dan bahkan aku belum (terlalu) mengenal DIVA Press, lembaga yang akan menyelanggarakannya. Tetapi Alhamdulillah, berbekal satu buah cerpen lama, aku berhasil lolos seleksi untuk mengikuti Pelatihan Menulis Tingkat Nasional, dengan tema “Just Write – How To Be an Excellent Writer”. 🙂

(Psstt.. di buku catatanku, aku mencoret kata “how” karena aku berpendapat bahwa terlalu sibuk memikirkan “cara” itu kadang membuat kita stuck, aku lebih suka melihat tag line itu sebagai visi: menjadi penulis unggulan. Hihihi)

Lokasi kegiatnnya ada di kota wisata Yogyakarta. Beberapa orang menjadikannya sebagai alasan utama untuk mengikuti acara ini disamping, tentu saja, keinginan kuat untuk belajar menulis. Lumayan lah, sambil menyelam nangkap ikan. 🙂

Aku sudah pernah datang ke Yogya, jadi liburan ini bukan yang pertama bagiku. Aku sudah lumayan hafal jalur transportasi lokal dan ini membuatku tidak ikut mobil jemputandari panitia yang siap menyambut kami kapan saja. FYI: panitia penjemput itu hampir 24 jam siaga. Salut banget lah sama totalitas panitia ini…

Aku tiba di stasiun tugu pagi buta tanggal 6 Juli 2012. Hal yang pertama aku lakukan setelah tiba adalah, CARI TIKET BALIK!!! Karena terlalu pagi, aku masih harus menunggu beberapa jam sampai loket pemesanan tiket dibuka. Dan setelah dibuka pun, ternyata, oh, ternyata… sesuai dugaan, TIKET HABIS.

Kuakui, aku sangat tidak suka liburan sekolah… dari dulu sampe sekarang, aku selalu kalah saing dalam perburuan tiket. Hiks…

Uang menipis, tiket kereta anblas… travel agen, bus, tidak juga menampakkan harapan bisa membawaku pulang tiga hari kedepan. Akhirnya aku mencoba menghubungi nomor darurat yang selalu bisa membantuku di saat sulit, sahabat-sahabat terbaikku yang akhirnya memberiku bantuan untuk mendapatkan tiket pesawat. Alhamdulillaah… dapet, meski harus nambah menginap semalam lagi di Yogya. Barakallahulakum… semoga Allah makin melancarkan urusan kedua sahabat tersebut… 🙂

***

Acara kepenulisan itu dilaksanakan di Hotel Kana Kaliurang. Sepanjang perjalanan ke tempat itu perhatianku terpaku di jalanan yang sangat mirip dengan jalur menuju puncak, Bogor. Hanya saja jalanan di sini agak landai, tidak terlalu menukik seperti di jalur Gadog menuju Puncak Pas.

Dinginkah? hmm…. Menggigil! Sama dinginnya dengan Bogor atau Batu. Hari pertama, aku hampir urung mandi. Padahal sudah hampir dua hari melakukan perjalanan. Untung pemanas air di kamar mandi masih berfungsi dengan baik. Setelah icip-icip air untuk wudhu, eh, akhirnya ketagihan untuk membasuh seluruh badan pakai air hangat itu… Yeah! Segerrrr!!!

Hari pertama pelatihan, bisa dibilang kami hanya saling berkenalan. Saling menyayang… Lho? Hehe… ya iya kan, kalau sudah kenal maka boleh lah sayang… ;p

And the wondrous moment is about to begin…

Malam itu aku memperkirakan waktu tidurku hingga sampai jam 4 pagi, hmm… sekitar 6 jam dari sekarang. Sangat cukup lah untuk mengurai asam laktat di otot yang menumpuk akibat perjalan panjang dan bawaan berat. Namun kembali lagi ke bab suhu… dinginnya kagak nahan!

Merem-melek-rapetin jaket-pasang kaos kaki dobel-merem lagi. Hoahm… entah hasilnya ada berapa jam tidur efektif yang kudapat. Pada saat jam 4 pagi, sumfeh… mata ane masih sefet…

Kupaksakan untuk melawan hawa dingin yang makin meremas tulang. Selesai sholat subuh, aku mulai semangat lagi. Dan ketika melihat puluhan mobil jeep offroad… darahku mendesir hangat. HORRAAAYYYY…

***

Sesuai jadwal, pagi itu adalah jadwal untuk LAVA TOUR. Mengelilingi bekas aliran lahar Merapi dengan mobil offroad di medan yang terjal dan naik turun. It’s a BIG WOW!

Kalau sekedar ke pantai, aku sudah bosan. Tinggal lama di Bintan sudah membuat mindset-ku berkata tidak ada pantai yang lebih indah dari Bintan. Dan yang kubutuhkan memang wisata hutan atau pegunungan seperti ini. Jadinya aku sangat bersemangat dengan offroad ini.

Untuk lebih jelasnya, saksikan fotonya saja lah ya… 😀

***

Selesai naik gunung, kegiatan selanjutnya adalah BELAJAR. Yah, that’s what i’m here for

Ada dua pembicara tamu hari itu, yang pertama Alitt Susanto, pengarang Shitlicious, dan Joni Ariadinata, sang editor Majalah Sastra Horison.

Bagian berikutnya adalah bedah dapur penerbit DIVA Press, dengan pembicara 3 orang pimred dan wakilnya yang luar biasa baik. Tak lupa di hari akhir, Pimpinan DIVA Press turut hadir memberikan wejangan dan motivasi yang membuatku tergelitik untuk buru-buru ngadep laptop dan mulai menulis.

Kalau kutuliskan materinya, kayaknya terlalu panjang. Mungkin di bab lain saja. Yang jelas perjalanan panjang menyeberang laut, panas-panasan naik kereta, ribut berburu tiket, sampai ribut dengan bapakku terbayar sudah dengan ilmu luar biasa.

***

Ini FYI singkat. Aku sudah sangat ngantuk untuk make mode deskripsi dalam penulisannya. So, segini dulu ya… enjoy. 🙂

Acaranya gratis loh?
Waktu aku nanya ke panitia, ngapain sih DIVA Press repot-repot ngadain acara beginian. Gratis lagi. Apa gak rugi tuh?
Jawab panitianya: sebenarnya agenda utama kami cuman silaturrahmi. Dan berbagi ilmu dalam hal kepenulisan. Kami tidak menarget setiap peserta harus mengirim karya ke kami saja, tidak demikian. Peserta yang sudah mendapat ilmu boleh mengirimkan ke penerbit mana saja. Kalau mau dikirim ke kami, kami dengan senang hati akan menerimanya.

CSR-kah?
Awalanya aku berpikir ini semacam program CSR atau Corporate Social Responsibility dari perusahaan DIVA. Namun setelah aku mendengar sedikit seluk beluk kisah pegawai DIVA yang jumlahnya kira-kira 200-an orang itu, aku mulai berpikir lain. Meski juga bisa dikategorikan demikian, namun kayaknya kantor DIVA yang dalam bayanganku seperti little GOOGLE itu gak pernah kurang acara charity dan kewajibanCSR-nya mungkin seudah melebihi batas minimal. 🙂

Tingkat Nasional? Apa tidak berlebihan?
Tidak dong. Dari rentang waktu publikasi yang mepet, panitia berhasil menjaring lebih dari 400 karya yang masuk melalui email yang di publish. Kalau ditambah karya yang datang terlambat plus karya yang masuk ke alamat email penerimaan naskah reguler DIVA, jumlahnya bisa menjadi 500 lebih karya.

Dengan waktu yang mepet juga, panitia akhirnya memutuskan untuk menyeleksi karya tersebut berdasarkan lokasi atau provinsi masing-masing perserta. Hasilnya muncullah 30 nama peserta yang berasal mulai dari Aceh hingga Lombok. Karena yang Papua belum ada yang mengirim naskah… ;p

Dari kalimantan? ada. Dari Sulawesi? Hadir. Bahkan perwakilan dari Pariaman, Palembang, Jember, Sumenep, juga datang…

What next?
Ya, menulis! I’m so proud and much thankful for participating this wonderful event. Sejak turun dari bus yang mengantarku pulang sampai malioboro, aku sudah gatel ingin menulis. 🙂

Semoga penerbit-penerbit lainny bisa menyelenggarakan acara serupa, or even better. Semoga laih penulis-penulis yang berkarakter dan bermutu dari kegiatan semacam ini. Much appreciate kepada penyelenggara, they’re the pioneer as well.

***

Okey, sudah malam rupanya… mata sudah sepet. Mau tidur dulu. Inilah sedikit catatan tentang kegiatan luar biasa yang diadakan DIVA Press. Terimakasih tak terhingga untuk pengorbanan tanpa pamrih dari tim DIVA Press. Semoga jerih payah panitia ini mampu menghasilkan penulis-penulis handal yang bisa membuat dunia kepenulisan Indonesia semakin gemilang dan kaya warna. Okey… selamat menikmati foto-foto di bawah… Semoga tahun depan DIVA mengadakan lagi kegiatan seperti ini. 😀

***

***

Advertisements

3 thoughts on “Pelatihan Menulis Tingkat Nasional – Just Write

  1. Miptah says:

    Kemaren itu acara perdana. Kata panitia InsyaAllah tahun depan ada lagi. Kemaren sy kirim cerpen. Temen lain ada yang ngirim essay juga. Ga harus fiksi. 🙂
    Makasi udah berkunjung… 😀

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s