Lampung Fair 2012

Hari saya (finally) ke Lampung Fair. Sebenarnya udah direncanakan dari kemarin, tapi selalu saja ada alasan untuk nunda. Hingga akhirnya tadi jam 6 sore saya berangkat kesana.

Kesan awal ketika datang… biasa saja sih. Agak sedikit mengingatkan saya sama pameran di kampung saya dulu, hanya secara skala jauh lebih besar yang ini. 😀

Tujuan utama saya adalah ke pameran kopi. Di bayangan saya sudah tergambar bakal ketemu dengan banyak produsen, distributor, atau para coffee enthusiast, tapi ketika saya tiba di sebuah tenda besar dengan tulisan International Coffee Festival.. jreng..jreng..jreng… ternyata isinya cuman ada beberapa booth kopi ABC, Torabika, dan apalagi ya satu lagi… err.. luppaa. Dalam hati saya muncul pertanyaan, ini beneran lokasi kopi festivalnya bukan sih? Apa saya salah waktu? Ah.. entah. Yang jelas tidak banyak pengunjung di tempat itu. Hanya ada gadis-gadis cantik yang duduk berjajar. Konon katanya mereka itu calon-calon miss coffee…Saya beranjak dari sana. Ngapain nungguin booth-nya kopi-kopi itu, sama aja dengan nongkrong di lorong swalayan. Hehehe…

Lepas dari itu dari udah males kemana-mana. Akhirnya saya asal jalan saja terus. Keliling-keliling sampai saya menemukan anjungan-anjungan kabupaten dari seluruh provinsi lampung. Di sini banyak ditampilkan produk-produk daerah. Termasuk yang saya cari-cari… KOPI!

Saya menemukan beberapa jenis kopi baru selain kopi luwak. Diantaranya adalah kopi duren dan kopi pinang. Saya sempat mencoba kopi duren, harganya 5ribu perak untuk satu cup tester, tetapi untuk kopi pinang saya tidak mencoba karena mereka tidak menyediakan testernya.

Kopi pinang

Kopi duren standing next to the real chivet shit. lol…

Rasanya kopi duren… lebih terasa durennya, kayak minum sari buah. Mungkin karena air yang dipakai untuk kopinya itu agak dingin, sehingga proses ekstraksi kopinya terganggu. Kata si Mas yang jaga booth itu, proses bikinnya kopi duren itu pakai daging buah durian masak yang dijemur kering lalu di roast bareng kopinya. Enak di coba, tapi tidak tertarik untuk membeli lagi…

Left: Dark Roast
Right: Medium roast
All: Rp.50,000.-/6 sachet

Selain kopi duren, Mas-mas itu juga menjual kopi luwak (gambar atas). Luwaknya sih luwak tangkar, bukan yang liar. Ada dua jenis, yang pahit banget sama yang biasa. Hanya begitu si Masnya menjelaskan. Mungkin yang dimaksudnya ada dua jenis dengan tingkat roasting yang berbeda. Saya membeli yang medium roast, sekarang belum di coba, mungkin besok. I’ve had enough coffee today… 😀

Kopi terakhir yang saya temui kembali lagi ke jenis kopi luwak, hanya sekarang beda produsen. Namanya Kopi Musong. Saya mencoba minum testernya, kali ini lebih mahal, 10ribu perak. Langsung di brew dari mesin espresso merk Saeco. Si Bapak-bapak yang jual saya tanya, bisa dibikin espresso saja Pak? Tapi bapaknya malah balik nanya… espresso apaan? Ya sudahlah, saya diam sambil melihat dia memencet tombol americano. Tapi meski americano, tetap muncul crema yang warnanya putih, benar-benar seperti foam susu. Komentar Ayah saya juga begitu, “dikasi susu ya…?”. Setelah dinikmati… rasanya… ya gitu deh… Saya bukan Q-grader dan nggak terlalu bisa mendefinisikan rasa. Kalo bahasa saya rasanya lebih light… ringan. 😀

Kopi Musong

Dari jam 6 sampai jam 9 saya terus berjalan nonstop mengelilingi seluruh anjungan kabupaten lampung. Rasanya serasa mengelilingi satu provinsi dalam semalam. Capek…

Satu jam berikutnya saya habiskan ke pameran buku dan travel. Namun lagi-lagi saya kecewa karena isinya hanya hamparan buku bekas dan booth-booth kosong yang sedianya untuk para travel agent. Tapi ya sudahlah, barang kali saya akan menemukan harta karun dari tumpukan buku-buku lama tersebut. Si Mas-mas yang jaga buku ketika saya tanya asalnya, mereka menjawab dari Jogja. Weleh-weleh… jauh-jauh dari sono ternyata…

Akhirnya.. tadaaa.. saya mendapatkan 3 buku. Angsa-sangsa Liar karya Jung Chang, Overcoming Social Anxiety and Shyness karya Gilliant Butler, Neo Patriotisme karya HM Nasrudin Anshori. Semua buku itu totalnya 75 ribu. Hmm… yaa… tidak ada kata mahal untuk sebuah ilmu. Hehehe…

Jam 10 malam saya pulang… sampai rumah jam 11 karena harus mampir-mampir dulu ke banyak tempat.

Huaaahh capekk… Dan sambil menikmati leyeh-leyeh, saya menuliskan catatan ini. Hayuk monggo yang mau jalan-jalan ke Lampung Fair, masih ada hingga 10 Juni 2012.

Eh, sebelumnya… simak juga yang di bawah ini ya…

Kejadian buruk saya alami disini:
1. Ketipu sama makanan yang jauh harganya diatas normal. Mana rasanya gak karuan… Pelajarannya, jangan makan di lokasi pameran. Mahhaaaalll!
2. Lokasi yang becek membuat saya terperosok ke lumpur sampai celana kotor. Panitia aneh… kayak gak siap ngadain ini acara.
3. Pejabat songong. Berkali-kali saya dikagetkan oleh tiupan peluit kencang bahkan klakson kendaraan karena ada pejabat mau lewat. Sumpah, saya eneg banget dengan pejabat-pejabat itu. Perasaan saya masuk itu pake duit, saya bayar, tapi tetap saja orang-orang itu bak dewa -sok- suci yang selalu minta diistimewakan.

Oleh-oleh dari pameran: brosur, kartu nama, kopi luwak, buku

Numpang nampang 😀

*All photos by Miftah

Advertisements

22 thoughts on “Lampung Fair 2012

    • massmiftah says:

      Lupa nama tempat makannya. Tp wajar misalkan mahal, kan sewa tempatnya aja mahal.. Kalo dilihat di web resmi LF sampe ratusan juga. Hehehe…

    • massmiftah says:

      Iya. Lumayan asyik kok… Apalagi setelah masuk ke anjungan2 di tiap kabupaten… jadi pengen keliling lampung beneran. Banyak tempat wisatanya….

    • massmiftah says:

      Saya juga tinggal di Jakarta. Tapi Ayah kerja di Lampung. Jadi lumayan sering ke Lampung… Kalo dibandingin sama PRJ ya gedean yang disana. Tapi di sini lebih banyak kopinya.. saya suka. 😀

    • miftah says:

      Banyak Mbak, seluruh kabupaten hadir. Masing2 unjuk hasil sember daya di daerahnya. Pokonya bener2 serasa keliling Provinsi lampung dalam semalam… 🙂

    • miftah says:

      Rasanya sih lumayan. Aroma duren plus kopi, so much divine.. 😀
      Kalau Mbak Arienta ada di lampung, di swalayan Chandra kayaknya ada. Atau di toko bakery Shereen juga ada. 🙂

    • irawan BW says:

      Sensasi baru kopi UNIK…. PERTAMA & ASLI dari Lampung. Kopi asli Lampung yg dalam proses pembuatannya ditambahkan DUREN ASLI. Sachet dan bungkus TINGGAL SEDUH. Cocok untuk KONSUMSI dan OLEH-OLEH… kemasan kotak isi 5 sachet. cuma Rp15.000/kotak kog. Info lanjut hub. 085366154468

    • miftah says:

      Kalo saya biasanya berangkat dari Kebon Jeruk, naik bus langsung ke merak sekitar 2,5 jam. Abis itu naik ferry sekitar 3 jam. Abis itu naik travel dari pelabuhan bakauheni ke Bandar Lampung sekitar 2-3 jam. Tergantung mobil travelnya ngantar penumpang lain kemana dulu… Hehehe…
      Kalau naik DAMRI cuma ada yang jurusan Gambir – Bandar Lampung. Udah all in. Lama perjalanan sekitar 8 jam.
      Kalau bawa kendaraan pribadi lebih cepat kayaknya… 🙂

  1. irawan BW says:

    Sensasi baru kopi UNIK…. PERTAMA & ASLI dari Lampung. Kopi asli Lampung yg dalam proses pembuatannya ditambahkan DUREN ASLI. Sachet dan bungkus TINGGAL SEDUH. Cocok untuk KONSUMSI dan OLEH-OLEH… kemasan kotak isi 5 sachet. cuma Rp15.000/kotak kog. Info lanjut hub. 085366154468

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s