Debat Kusir: Kampus Terkorup

Sek..sek..sek… Ini kok? udah tahu debat kusir, kenapa malah ikut-ikutan ya…? hahaha…

Wes, rapopo… sing penting latihan nulis!

===

Sekarang ini masih hangat dibicarakan di dunia maya tentang si (lagi-lagi) Bang Juki yang ketua DPR itu. Kali ini disebabkan oleh statement kontroversialnya dalam siaran pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/5/2012), Kita lihat realitasnya yang korupsi saat ini umumnya mereka yang berpendidikan tinggi, tidak terkecuali dari UI, UGM, ITB dan sebagainya, artinya ada sesuatu yang harus dibenahi dalam proses pendidikan kita,”.

Kontan saja banyak mahasiswa dan alumnus UI (yang merasa sebagai yang paling disinggung) mengecam pernyataan tersebut.

Saya merasakan hal yang sama seperti itu manakala sang mantan Menkeu, Bambang Sudibyo, yang juga mengeluarkan pernyataan sangat menyakitkan tentang almamater saya, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), sebagai kampus pencetak koruptor.Tidak hanya dia, banyak tokoh/figur publik dan milis-milis yang ikut-ikutan mencaci almamater saya. Media massa pun ikut-ikutan, tanpa lelah, menjual judul-judul provokatif berkonten sampah yang semakin memojokkan almamater saya.

Ketika muncul pernyataan Bang Juki tadi, jujur, ada dua hal yang saya rasakan. Satu sisi, ada rasa senang karena akhirnya ada ‘hal lain’ yang dapat dijadikan sandingan/pertimbangan sebelum orang memberikan justifikasi (gak berdasar) atas almamater saya sebagai kontributor SDM terbesar di jabatan-jabatan kementerian keuangan. Satu sisi lagi, sedih karena tidak cerdas-cerdasnya orang menilik sebuah lembaga pendidikan sebagai “biang” perilaku korupsi.

UI, UGM, ITB, adalah kampus yang bagus, sangat bagus malah.Maka tak heran kalau banyak sekali lulusan mereka yang qualified dan lolos test untuk menduduki jabatan-jabatan di pemerintahan. Jika kemudian muncul satu dua orang yang korup, maka sangat salah kalau kemudian menilai institusi tempat belajarnya sebagai biang keladi atas perilaku buruknya. Tak boleh dilupakan juga banyak lulusan mereka yang juga menorehkan prestasi luar biasa.

Saya maklum dengan mahasiswa UI yang sangat memprotes pernyataan Bang Juki, namun saya juga sangat berempati kepada teman-teman STAN yang akhirnya bisa bilang, “Nah lo, sekarang ketahuan kan kampus siapa yang paling korup!” mengingat betapa kami pernah merasa ‘dibuli’ sebelumnya.

Power tends to corrupt” Saya lebih setuju ke prenyataan ini. Jadi memang tidak pernah ada hubungannya antara kampus dengan perilaku korupsi. Mungkin kalau yang dimaksud si Juki adalah bahwa setinggi apapun pendidikan seseorang tidak menjamin ia tidak korupsi. Well, kalo itu saya setuju.

Jadi bagaimana menyikapi perang kata-kata di dunia maya ini?

Kalau saya mah, angin lalu! Bang Juki biarlah menjadi si Juki yang ceplas-ceplos, terlepas dari apakah sensoriknya itu nyambung ‘langsung’ ke motorik, sehingga semua sensor yang ada itu absen dari otak.

Karena saya sangat percaya, tidak ada satupun institusi pendidikan di dunia ini yang mengajarkan perilaku buruk.

Sekian.
Wassalam…

 

*gambar fitur oleh Miftah

Advertisements

Silahkan sampaikan komentar sobat...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s